Hari ini, pas gue pulang dari beli mie ayam sama adek gue, tiba-tiba gue kepikiran soal cinta dan jalan. Kenapa jalan? Ya karena gue ngerasa cinta bisa dianalogi seperti jalan. Karena gue nggak tau ya mau ngawalin kayak gimana, gue rasa langsung aja gue jabarin analogi jalan versi (iseng) gue. Enjoy it, readers !
Jalan Tol : bisa dianalogi seperti hubungan cinta yang lurus-lurus saja tanpa hambatan. Tapi dibalik itu semua, mereka yang kisah-cintanya-seperti-jalan-tol ini tidak sadar akan bahaya kecelakaan yang sedang mengintai dibelakang mereka. Mereka menganggap perjalanan yang bebas hambatan akan berjalan lurus, nyaman dan akan baik-baik saja. Padahal seringnya kecelakaan hebat yang berujung kematian terjadi di jalan tol. Walaupun memang ada yang selamat sampai tujuan.
Sama kayak hubungan cinta. Yang awalnya terlihat adem-ayem, tenang-tenang aja, secara tiba-tiba dapet masalah yang rumit dan sulit dicari penyelesaiannya. Lalu apa? Biasanya berakhir putus. Menyakitkan. Tapi ada pula yang berakhir indah sampai bahtera rumah tangga. Indahnya.
Jalan setapak / jalan desa : bisa dianalogi seperti hubungan cinta antara dua orang yang sama-sama memiliki ego tinggi namun bisa berdampingan dengan damai. Seperti jalan setapak yang hanya bisa dilalui satu orang, namun bisa menciptakan sebuah kedamaian di tempat tujuan. Walaupun jalan setapak tak semulus jalan beraspal, terkadang juga licin karena hujan dan bisa membuat orang yang melewatinya terjatuh, banyak yang lebih memilih jalan setapak ini daripada jalan beraspal.
Kalo dipikir sih sama aja kayak kita dalam suatu hubungan (pacaran.red) yang antar pribadi memiliki tingkat emosi / ego yang tinggi. Sama-sama megang teguh prinsip mereka, tapi tetep bisa bersama. Walaupun sering terjadi pertengkaran yang disebabkan oleh perbedaan prinsip, mereka yang saling memahami indahnya perbedaan dan bisa saling menerima. Tentu ini akan berakhir indah. Tapi tak jarang pula berakhir luka jika tidak mampu bertahan.
Jalan menuju Pegunungan : bisa dianalogi seperti hubungan cinta yang banyak menemui masalah tapi berakhir indah. Ketika ingin mencapai puncak gunung dan melihat keindahan sekitar dari atas gunung, kita harus melalui jalan berliku, terjal, berbatu, menanjak dan menurun. Banyak yang tidak sanggup memalui medan berat tersebut dan memilih untuk menyerah dan kembali turun dengan menelan kekecewaan. Tapi, bagi mereka yang sanggup melalui medan berat ini dan sampai ke puncak, mereka akan merasa bangga dapat melihat alam sekitar yang indah.
Dalam hubungan cinta juga sama. Bagi mereka para pasangan yang mampu melalui banyak masalah kecil dan tidak pernah menyerah dalam menemukan jalan untuk memperbaiki hubungan, bisa menguasai emosi yang naik-turun, juga nggak tertalu membesarkan masalah sepele, mereka akan bisa menikmati indahnya cinta. Sebaliknya, bagi mereka para pasangan yang tidak mampu bertahan ketika melalui berbagai masalah dan memilih untuk menyerah, bisa dipastikan mereka akan menelan rasa kecewa.
Jalan Kota / Jalan Raya : bisa dianalogi seperti hubungan cinta diantara banyaknya interaksi sosial. Banyak perempatan, pertigaan, sampai tikungan yang harus dilalui. Banyak juga pengguna jalan yang egois dan membahayakan pengguna jalan lain. Nikung misalnya.
Bagi para pasangan yang aktif dalam interaksi sosial sesama manusia, baik dalam dunia nyata maupun dunia maya sedikit banyak berpengaruh dalam hubungan cinta. Bisa jadi, gara-gara hubungan sosial yang kelewat batas membuat hubungan menjadi renggang. Setelah merenggang, teman lain mecoba mendekati. Nggak jarang yang mendekati ini sahabat sendiri. Biasanya berawal dari saling curhat soal pacar. Akhrinya salah satu pihak dalam pasangan ini lebih nyaman sama sahabat pacarnya. Akhirnya pihak yang merasa jenuh akan berusaha mencari masalah agar bisa putus dari pacarnya dan jadian sama sahabatnya si pacar. Kalo jaman sekarang bisa disebut "Tikung-Menikung".
Jadi, seperti jalan apa hubungan cintamu, readers? Gue harap sih jalan apapun bakal sampai di tujuan yang indah. yaaaa, nungkin sekian dulu penjabaran analogi "Jalan-cinta" dari gue. Ny. Retno Anggraini S.MS. B.BM S.BC. Kapan-kapan gue sambung lagi kalo gue udah nemuin jalan lainnya. Hehehehee
- Okeee, see you on my next post. Gue harap lo semua, para readers setia blog gue ini bisa enjoy dan nggak bosen baca apa yang gue tulis. Have A Nice Day, guys. I love you. :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar