Total Tayangan Halaman

Kamis, 26 Juli 2018

I'm Lucky and Blessed

Dalam hidup banyak hal kecil yang luput kita syukuri. Kebanyakan dari kita malah sibuk mengeluh tentang hal besar yang gagal kita dapatkan. Padahal kalo mau noleh kebelakang, merunut apa yang udah pernah kita lalui di waktu yang lalu, pasti banyak hal yang harusnya kita syukuri, namun terlewatkan. Baik dalam hal rejeki, pasangan, ataupun yang lainnya.

Kayak aku sekarang. Bersyukur banget dapet partner hidup kayak dia. Ngga pernah nuntut aku harus gimana, harus jadi apa, harus pake apa dan segala tuntutan yang biasanya dikeluhkan oleh sebagian wanita.

Dia nggak pernah ngatur. Do everything you want, as long as it's positive, I'll stand to support you. Selama aku suka dan itu bermanfaat, dia ngga akan ngelarang. Paling cuma ngingetin kalo aku udah mulai agak melenceng dari jalur.

Dalam menjalin hubungan juga nggak pernah banyak nuntut. Apalagi maksa. Karena kita juga sama-sama tau, dipaksa itu nggak enak. Jadi ya kalo misal nggak suka sama apa yang dilakuin pasangan, kita diskusiin. Ngobrol baik-baik, yang enak. So, we do it all by consest and never demanding each other.
Nggak pernah marah. Eh, bukan ngga pernah sih. Lebih ke jarang marah. Pun marah juga nggak sampe lama kayak yang berhari-hari diem. Ketika ada masalah, pasti sesegera mungkin dikelarin, dicari solusinya. Kalo aku bikin salah, dia negur dengan kasih sayang, tanpa emosi. Aku yang biasanya kalo diingetin batu banget, bisa luluh sama dia. Ego dan gengsi yang seringnya setinggi burj Khalifa, runtuh. :')
Kalo dia bikin salah, dia juga mau ditegur. Dia mau introspeksi, bukan malah balikin omongan yang akhirnya bikin pedebatan.

Sama dia aku jadi less drama. Jarang meribetkan hal sepele. Jarang mempermasalahkan hal kecil yang nggak penting. Dan bener, less drama bikin hidup lebih tenang dan nyaman. Lebih mudah dijalani juga. Nggak perlu makan hati karena insecure berlebihan. My life never felt this good before.

Kita saling melengkapi. Saling mengimbangi. Pas aku marah, atau bete, atau kesel, dia ambil alih mengademkan suasana. Begitupun sebaliknya. Tapi kayaknya sih dia jarang banget marah, bete ataupun kesel gitu. Dia pria tersabar yang pernah aku temui, selain ayahku tentunya. Ehehehe

Dia selalu biasa diajak ngobrol tentang apapun, dan dia adalah pendengar paling baik. Dari obrolan receh sampe ghibah, dia mendengar dengan seksama. Walaupun dia ngga paham aku ngobrol apa, dia selalu berusaha memahami sebisanya. Punya partner hidup yang bisa diajak ngobrol itu penting, karena nanti saat kita udah tua dan nggak bisa apa-apa, kita akan lebih banyak berbicara. Bercerita tentang apapun.

Dia adalah orang pertama yang merubah pandanganku terhadap suatu masalah ataupun kejadian. Positive thinking on everything. Sengeselin apapun kejadian yang menimpa, jadinya merunut dan mencari sumber masalah, trus lihat dari sudut pandang yang berbeda. Mencoba ambil hikmah dan pelajaran biar nggak kejadian lagi kedepannya. He change me to be a wise and person.

Setelah kita melalui perjalanan panjang dan melelahkan, barulah aku yakin bahwa he's the one I was looking for.
This end year, I will be marry him. Doakan ya agar semua berjalan dengan lancar dan less drama. Juga agar kita langgeng sampai usia senja. ❤